Asuhan Kepenataan Pre Anestesi (bag 1)
Sebelum melaksanakan asuhan kepenataan pre anestesi, ada tiga hal penting yang harus dilakukan, agar pelaksanaannya berjalan dengan baik tanpa hambatan. Ketiga persiapan tersebut adalah:
A. Persiapan Administrasi
B. Persiapan Pasien
C. Persiapan Alat dan Mesin Anestesi
A. Persiapan Administrasi
1. Pengertian
Administrasi merupakan bentuk usaha dan kegiatan yang berkaitan dengan pengaturan kebijaksanaan untuk mencapai tujuan. Dalam hal anestesi, merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh penata anestesi untuk mempersiapkan tindakan anestesi
2. Tujuan
a. Membantu memudahkan pelaksanaan tugas pekerjaan
b. Memberikan data / informasi
c. Mengambil keputusan dalam pelaksanaan tugas selanjutnya
3. Administrasi yang dipersiapkan antara lain:
a. Surat Ijin Tindakan Anestesi
Adalah persetujuan yang diberikan oleh pasien atau keluarganya atas dasar informasi dan penjelasan mengenai tindakan anestesi yang akan dilakukan terhadap pasien.
1) Tujuan:
a) Memberikan perlindungan kepada pasien terhadap tindakan anestesi dan tanggung jawab untuk keputusan tindakan anestesi kepada pasien.
b) Memberi perlindungan hukum kepada tenaga kesehatan terhadap suatu kegagalan yang bersifat negatif, karena tindakan anestesi dapat menimbulkan suatu resiko.
2) Isi Surat Ijin Tindakan Anestesi
a) Garis besar prosedur tindakan anestesi yang akan dilaksanakan
b) Alternatif metode tindakan anestesi
c) Hal – hal yang dapat terjadi bila pasien menolak untuk memberikan persetujuan
d) Mencantumkan tanggal dan ditandatangani oleh pasien / keluarga dan seorang saksi dari perawat ruangan.
b. Format Laporan
1) Laporan pembedahan / operasi
Suatu bentuk penyampaian berita, keterangan, pemberitahuan ataupun pertanggungjawaban secara tertulis sesuai dengan hubungan wewenang (authority) dan tanggungjawab (responsibility) melakukan tindakan pembedahan
2) Laporan Anestesi
Suatu bentuk penyampaian berita, keterangan, pemberitahuan ataupun pertanggungjawaban secara tertulis sesuai dengan hubungan wewenang (authority) dan tanggung jawab (responsibility) melakukan tindakan anestesi.
Tujuan Laporan:
a) Mengatasi suatu masalah, untuk mengambil suatu keputusan yang lebih efektif
b) Mengetahui kemajuan dan perkembangan suatu masalah
c) Melakukan pengawasan dan perbaikan
B. Persiapan Pasien
1. Pengertian
Merupakan persiapan yang diawali dengan persiapan fisik dan psikologis / mental bagi pasien yang akan diberikan tindakan anestesi
2. Tujuan
a. Mempersiapkan fisik dan mental secara optimal dengan melakukan anamnesis, pemerikasaan fisik, laboratorium dan pemeriksaan penunjang lain.
b. Pemilihan teknik tindakan dan obat anestesi yang sesuai dengan keadaan fisik dan kehendak pasien, untuk meminimalkan komplikasi
c. Menentukan klasifikasi pasien menurut ASA sesuai hasil pemerikasaan fisik untuk mendapatkan prognosis pasien secara umum
3. Reaksi fisiologis sebelum operasi
Reaksi fisiologis yang sering terjadi sebelum operasi adalah reaksi terhadap nyeri dan rasa takut yang terdiri atas reaksi somatik (voluntary) dan reaksi simpatetik (involuntary) yang tujuan dari reaksi tersebut adalah untuk bertahan atau menghindari kejadian tersebut.
4. Persiapan pre anestesi
a. Ruang Perawatan
1) Kunjungan pre anestesi (pre op visite)
· Dilakukan oleh dokter spesialis anestesi ataupun penata anestesi
· Dilakukan sehari sebelum tindakan anestesi
· Tujuannya untuk menciptakan hubungan emosional yang baik, menjelaskan hal yang akan dialami pasien selama tindakan anestesi
2) Persiapan sebelum pembedahan
a) Pengosongan lambung dengan cara puasa 6-8 jam (dewasa), 4-6 jam (anak), 2 jam (bayi) atau dengan pemasangan NGT pada pasien yang tidak puasa (darurat).
b) Pengosongan kandung kemih
c) Inform consent (surat ijin tindakan operasi dan anestesi)
d) Pemeriksaan fisik ulang
e) Melepaskan gigi palsu, kosmetik, lensa kontak, dll
f) Pre medikasi untuk pasien tertentu 30 menit sebelum operasi
3) Persiapan pencegahan penyulit yang akan terjadi
a) Penyakit kardiovaskular
b) Penyakit saluran pernapasan
c) Diabetes militus
d) Penyakit hati
4) Menentukan status fisik pasien
a) Penilaian status fisik menurut American Sosiety of Anestesiologists (ASA)
b) Penilaian tampakan faring dengan Skor Mallampati
5) Menentukan tindakan anestesi
a) Anestesi Regional
(1) Anestesi Spinal
(2) Anestesi Epidural
(3) Anestesi Kombinasi Spinal Epidural
(4) Anestesi Blok
b) Anestesi General
(1) Anestesi Inhalasi
(2) Anestesi Parenteral
6) Efek Samping Anestesi
a) Sistem Kardiovaskular
b) Sistem Pernapasan
c) Otak
d) Ginjal
7) Resiko Anestesi terhadap pasien lanjut usia (geriatri)
8) Persiapan fisik sebelum operasi
a) Persian pasien di rumah
b) Persiapan psikis
c) Melepaskan segala protesis dan asesoris
d) Tidak menggunakan cat kuku atau cat bibir
e) Puasa
f) Pendampingan oleh anggota keluarga
g) Membuat persetujuan tindakan medis dan harus ada saksi keluarga
h) Mengganti pakaian dengan pakaian khusus kamar operasi
b. Persiapan pasien di ruang persiapan kamar operasi
1) Evaluasi ulang status pasien dan catatan medik
2) Konsultasi di tempat apabila diperlukan
3) Ganti pakaian khusus kamar operasi
4) Memberikan premedikasi
5) Memasang atau mengevaluasi pemberian cairan intra vena
C. Persiapan Alat dan Mesin anestesi
1. Alat Anestesi
Sebelum melakukan tindakan anestesi, kita harus selalu melakukan alat anestesi yang meliputi STATICS serta alat monitoring.
a. Scope
1) Stetoskop untuk mendengar suara paru dan jantung
2) Laringo scope
Pilih bilah atau daun yang sesuai dengan usia pasien, lampu harus cukup terang. Ada dua jenis laringoskop, blade lengkung (macintosh) untuk dewasa, blade lurus (magill) untuk bayi dan anak-anak
b. Tube
1) Laringeal Mask Airway (LMA)
2) Endotracheal Tube
c. Airway
Pipa mulut faring (oropharingeal airway, orotracheal airway) dan pipa hidung faring (nasotracheal airway) berfungsi untuk mencegah obstruksi jalan nafas karena jatuhnya lidah dan faring pada pasien yang tidak diintubasi
d. Tape
Plester untuk fiksasi pipa supaya tidak terdorong atau tercabut setelah tindakan intubasi
e. Introducer
Mandrin atau stilet dari kawat yang dibungkus plastik yang mudah dibengkokkan untuk memandu supaya pipa tracheal mudah dimasukkan.
Forcep intubasi (McGill) untuk memanipulasi pipa endatracheal nasal atau pipa nasogastrik melalui orofaring
f. Connector
Penyambung antara pipa dan peralatan anestesi
g. Suction
Penyedot lendir, ludah dan cairan lainnya
h. Peralatan Monitoring
Monitor merupakan alat yang diperlukan untuk memantau keselamatan pasien dimulai dari premedikasi berlangsung hingga pulih. Alat ini juga untuk memonitor pasien selama operasi antara lain tingkat kedalaman anestesi, efektifitas kardiovaskuler dan efisiensi perfusi jaringan serta perubahan respirasi, yang secara praktis yaitu tekanan darah, nadi dan respirasi pasien
2. Mesin Anestesi
a) Pengertian
Mesin anestesi adalah suatu alat yang digunakan untuk menyalurkan gas atau campuran gas anestesi yang aman ke rangkaian anestesi yang kemudian dihisap oleh pasien dan membuang sisa gas dari pasien.
b) Syarat-syarat mesin anestesi
1) Dapat menyalurkan gas anestetik dengan dosis tepat
2) Ruang rugi (Dead Space) minimal
3) Mengeluarkan CO2 dengan efisien
4) Bertekanan rendah
5) Kelembaban terjaga dengan baik
6) Penggunaannya sangat mudah dan aman
c) Komponen Dasar mesin anestesi
Secara umum mesin anestesi terdiri dari 3 komponen yang saling berhubungan, yaitu:
1) Komponen 1
· Sumber gas
Oksigen biasanya disimpan secara terpusat dalam bentuk cairan dan disalurkan melalui pipa ke kamar operasi dan tempat-tempat lainnya melalui jalur pipa. Masing-masing pipa diberi warna yang berbeda dan dihubungkan dengan mesin dengan suatu sistem diameter index safety untuk menghindari kesalahan penyambungan.
· Penunjuk aliran gas.
Berbentuk tabung gelas yang didalamnya terdapat indikator pengukur yang umumnya berbentuk bola atau rotameter. Skala yang tertera umumnya dalam L/menit atau mL/menit. Folwmeter dapat dibuka dengan cara memutar tombol pemutar kearah berlawanan dengan putaran jarum jam. Bila indikator berbentuk bola maka angka laju aliran dibaca setinggi bagian atas rotameter. Terdapat flowmeter dengan sistem digital.
· Penguap vaporizer.
Berfungsi untuk menguapkan zat anestesi cair yang mudah menguap (volatile anesthetic agent) yang biasanya pemutar untuk mengukur besar kecilnya konsentrasi zat anestesi yang keluar
2) komponen 2.
Sirkuit nafas: aliran gas dari sumber gas berupa campuran O2 dan gas anestesi akan mengalir melalui vaporizer. Campuran gas yang lazim disebut aliran gas segar ini selanjutnya akan masuk ke sirkuit nafas pasien.
Sirkuit nafas pasien tersebut adalah
A) Sistem lingkar: terjadi rebreathing
B) Sistem Magill dan Mapleson dengan variasi: rebreathing tidak ada atau minimal sekali
Sistem Magill (Mapleson A) merupakan sistem penyediaan gas yang paling sering digunakan di Inggris untuk pasien yang bernafas spontan
3) komponen 3
sungkup muka atau pipa endotrakheal terdapat dalam berbagai ukuran dan dapat terbuat dari bahan plastik maupun karet.
A) Sungkup muka
Terdapat beberapa rancangan sungkup muka. Sungkup muka dengan bahan transparan memungkingkan memantau uap gas ekspirasi dan dapat mengenali terjadinya muntah dengan segera. Sungkup muka dari bahan karet hitam dapat menyesuaikan dengan bentuk wajah yang tidak biasa.
B) Pipa endotrakheal
Digunakan untuk memberikan gas anestesi langsung ke trakhea dan memungkinkan untuk mengontrol ventilasi dan oksigenasi. Pipa endotrakheal umumnya dibuat dari bahan polivinil klorida dengan berbagai ukuran dan dapat dilengkapi dengan balon atau tidak.
d) Persiapan mesin anestesi
Sebelum melakukan tindakan anestesi kita harus selalu melakukan pengecekan komponen dan fungsi dari mesin anestesi.
Adapun yang perlu diperhatikan adalah:
1) Tabung sumber gas anestesi dan alat pengukur aliran
Hidupkan aliran gas dari tabung dan periksalah tekanan aliran. Periksalah juga tabung cadangan.
2) Reservoir O2
Periksalah penghubungan T dan yakinkan tidak ada sumbatan pada jalan masuk udara.
3) Vaporizer
Periksa bahwa vaporizer tersebut berisi, periksa sambungan-sambungan yang ada dan putarlah tombol pada angka 0.
4) SIB
Periksalah sambungan dan posisi magnet pada pompa
5) Sistem pernapasan dan konector
Periksalah semua sistem pernapasan dan sambungannya
6) Katup pernapasan
Periksalah dengan melihat langsung pada katup dimana daun katup harus bergerak selama pernapasan.
7) Periksalah kebocoran sirkuit
Kembangkan angka pompa, sementara itu tutuplah penghubung yang berhubungan dengan pasien dengan tangan, beri tekanan pada bag sebesar 20-30 mmH2O tidak boleh ada udara yang keluar.
8) Periksa canister soda lime terisi penuh dan warna indikator yang tidak berubah
9) Yakinkan sudah tersedia:
(i) Face mask yang sesuai
(ii) Pipa oropharingeal yang sesuai
(iii) Laringoskop berfungsi baik dan cadangannya
(iv) Pipa endotracheal yang sudah dicek kebocorannya
(v) Periksa suction
(vi) Meja yang dapat diposisikan pada keadaan darurat
(vii) Obat-obatan yang dibutuhkan
(viii) Alat persiapan lainnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar